Skip to main content

Bongkar Trik Marketing Iklan Perumahan!

ilustrasi: spanduk perumahan (images by google)
Tidak sedikit spanduk bertebaran di jalan raya menawarkan hunian yang murah, strategis dan lain sebagainya, tapi apakah anda sadari bahwa semua yang tertulis itu terkadang jauh dari harapan? dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan? berikut ini saya coba uraikan satu persatu angin surga dari iklan-iklan perumahan.

Jika di iklan tertera "AKSES JALAN BISA MASUK MOBIL"
Coba ditanya lagi lebih rinci atau kalau perlu lihat langsung lokasinya, apakah rumah tersebut jalan akses kerumah hanya bisa muat 1 mobil ?, artinya kalau ada mobil lain mau masuk harus ngalah dulu dan jangan harap bisa parkir di depan rumah...

Jangan terbuai dengan bahasa marketing "Akses 5 Menit dari exit TOL blablabla"
Jaman sekarang mobil sudah murah, motor apalagi, jangan banyak berharap jalan bisa lancar... pertegas kepada sales perumahan tersebut, arti 5 Menit itu jalan subuh? pagi? siang? sore? malam? atau dini hari? Sesekali survey lokasi dengan waktu acak, siang hari, sore hari, hari libur atau hari biasa... buktikan akses 5 menit tersebut. Lebih baik tertulis "Hanya 1km jarak exit toll" kita sudah bisa membayangkan jarak tempuh 1km baik dalam waktu lenggang atau waktu ramai (peak time).

IKLAN "Bayar 500rb bisa punya rumah..."
Semudah itu? tentu tidak... 500rb itu BOOKING FEE, dan booking fee tidak bisa dikembalikan jika permohonan KPR anda tidak disetujui. Booking fee itu komisi untuk sales sekian persen dan pemasukan untuk dealer itu sendiri (tergantung kebijakan masing-masing developer) Jangan mudah terpengaruh dengan bahasa marketing yang bisa "menjebak" anda secara tidak langsung...

Hunian asri, DP hanya 1JT....
Yup, DP cuman 1 juta.. siapa yang ga mau? tapi jangan keburu seneng dulu, itu hanya DP, bukan TDP (Total Down Payment).. Setelah DP ada biaya-biaya lain yang harus dipahami, diantaranya:
  1. Biaya Administrasi
  2. Biaya PPN
  3. Biaya BPHTB
  4. Biaya rumah menghadap Fasos/Fasum
  5. Biaya menghadap jalan utama
  6. Biaya kelebihan tanah (berlaku untuk rumah sudut, hoek). Biaya ini yang luar biasa tinggi, karena kelebihan tanah semisal 36m2 dikalikan harga tanah permeternya, dan harus DIMUKA, tidak bisa digabungkan ke cicilan.
  7. Biaya Asuransi (baik Jiwa maupun Kebakaran)
  8. Biaya Provisi
  9. Biaya Notaris dll dll.. Hitung lebih cermat berapa biaya harus dikeluarkan, jangan sungkan ketika bertemu sales perumahan untuk menanyakan TOTAL DP berapa?

Popular Posts

Pengalaman Cabut Berkas / Mutasi dari DKI ke Daerah

Sebelumnya cek ricek BPKB motor, tahun 2003, alamat Jakarta Barat.. ga pake lama langsung browsing / googling, cari alamat samsat Jakarta Barat, yang didapat samsat di jalan gunung sahari..

Berangkat jam 7 dari tambun selatan, hari pertama puasa dengan cuaca yang ademmm... nyusur kalimalang, bypass, kemayoran dan sampe gunung sahari, sampe sana gw tanya-tanya cabut berkas, ada yang bilang lantai 2..

Sampai lantai 2, petugas cek BPKB, keperluan apa? gw jawab mau cabut berkas, katanya disitu ga bsia, kalau bayar pajak dilayani, tapi kalau cabut berkas harus ke Buku Induk (tempat dibuatnya BPKB).. memang awalnya gw rada2 ragu, setau gw daerah gunung sahari itu masuknya Jakarta Utara deh.. tapi ya sudahlah...

Melaju lewat Martadinata, jembatan tiga, jembatan dua, jelambar, truss ke daan mogot... ketemulah Samsat Jakarta Barat...


Masuk gedung, tanya-tanya cabut berkas dimana, masuklah ke lantai 2, sampai loket ditanya keperluan apa, mutasi ke kabupaten bekasi.. udah cek fisik? oh belum.. …