Skip to main content

Meteran listrik prabayar saya hilang!

5 tahun tak terasa saya memiliki rumah yang bisa dibilang orang banyak sebagai investasi. Yap rumah sengaja saya beli dan "kosong" karena memang rencana saya rumah tersebut nantinya diperuntukkan untuk anak saya. 

Baca juga: Tips memiliki rumah dengan cara KPR

Pro kontra dari berbagai teman saya mengenai kepemilikan rumah tersebut. Ada yang bilang katanya mubazir, egois lah karena masih banyak orang lain yang belum memiliki rumah tapi saya yang punya malah disia-siakan. Ya rasa-rasanya ada benarnya juga perkataan teman saya itu. Tapi disisi lain saya berfikir mumpung ada rezeki saya bisa beli rumah cash yg notaben harga tanah selalu tinggi setiap tahunnya. Ah sudahlah fikir saya, anjing menggonggong teman pun berlalu.

Singkat cerita, rumah "kosong" tersebut yang biasanya setiap 2 bulan sekali kami tengok, mendadak selama 6 bulan berturut-turut saya tidak tengok. Saya bersama istri sempat ada cletukan, "nengok rumah yuk"

Sesampainya di rumah itu, kami kaget stengah mati, Meteran / KWH Meter kami hilang. kabel dari tiang yang ke arah meteran dibiarkan menempel begitu saja di tembok rumah kami. Emosi bercampur bingung melihat meteran saya yang hilang, memang rumah tersebut dari awal kami belum "tidak dipagari", jadi orang-orang pun bisa sangat leluasa masuk ke pekarangan kami.

ilustrasi: petugas pln sedang melakukan pengecekan (google)
Akhirnya kami melaporkan masalah ini ke PLN, kami buat laporan kehilangan dan solusi dari PLN, kita hanya bayar sekian ratus ribu saja dan dalam 1 minggu meteran baru akan terpasang dirumah kami itu. Wow hebat ya? meteran hilang semudah itu akan diganti tanpa ada tindakan lain dari PLN. Ketika kami di meja CS, kami sempat penasaran dan bertanya kepada petugas, terjadilah percakapan singkat:

Saya: Pak, maaf kalau meteran token itu bisa lihat histori pengisian pulsa kan ya?
Petugas: Bisa pak.
Saya: Soalnya saya agak aneh, ini meteran hilang pasti dicuri dan dijual kembali ke rumah-rumah yang sangat membutuhkan penyambungan listrik cepat. Soalnya kan pengajuan meteran baru butuh waktu yang lama ya pak?
Petugas: Iya pak, pengajuan meteran baru tergantung ketersediaan materil (meteran) di gudang pak. Bahkan bisa lebih dari 3 bulan lamanya.
Saya: Ok pak boleh saya minta rekap pengisian pulsanya, sekalian saya juga penasaran hilangnya bulan apa.

Beberapa menit kemudian,

Saya: Disini tertulis 2012 pertama kali isi pulsa (karena pemasangan baru harus ada pulsa token) sebesar 20rb.. Lho tapi kok ini ada pengisian pulsa lagi pak? disini terlihat september 2016 ada pengisian pulsa terus sampai terakhir minggu kemarin nih pak (Februari 2017)
Petugas: Iya ya pak, wah benar berarti meteran ini posisinya sekarang aktif
Saya: Nah kalau seperti ini gimana pak? apakah bisa di trace posisi meteran tersebut? atau minimal bisa gak ketahuan dimana terakhir dia membeli?
Petugas: Sulit pak, apalagi kondisinya sekarang ini kan banyak yang jual pulsa, bahkan perorangan juga kan bisa jualan pulsa token.

Saya terdiam sejenak, saya masih tidak terima dengan kondisi meteran hilang tapi posisinya aktif dan rutin terisi pulsa.

Saya: Pak bisakah saya minta blokir meteran tersebut? sehingga si pembeli meteran tersebut tidak bisa mengisi lagi pulsa token meteran.
Petugas: Di system kami tidak ada pilihan blokir pak
Saya: Saya mau ketemu Managernya dong pak,
Petugas: Oh baik pak, saya coba lihat dulu ada tidak orangnya.

Saya coba bertemu dengan SPV Teknik dan Manager PLN untuk meminta PEMBLOKIRAN pada KWH meter saya, karena pikir saya, orang yang menggunakan KWH meter saya ini enak betul, dia tidak bayar BP (Biaya Penyambungan) resmi, dan pakai nama istri saya, tentunya saya tidak nyaman akan hal ini.

Setelah bertemu dengan SPV Teknik dan Manager, saya hanya mendapatkan kekecewaan. Tentunya jawaban solusi dari PLN tetap, kita harus membayar PFK dan meteran kita diganti, otomatis meteran lama terblokir. Saya kecewa. Artinya, saya yang terkena musibah, diharuskan membayar pula dan tidak menutup kemungkinan KWH meter saya yang baru diganti bisa hilang kembali dikarenakan rumah saya yang belum berpenghuni.

Penjabaran dari Manager Teknik, pemblokiran KWH meter Token tidak bisa sembarangan, karena PLN saat ini bekerja by application system, yang mana pemblokiran hanya bisa dilakukan dengan 3 sebab, salah-satunya adalah adanya TUNGGAKAN. Selain 3 alasan itu, tidak bisa dilakukan pemblokiran. Saya menyayangkan kenapa aplikasi tersebut tidak ada pilihan menu pemblokiran "Atas pemintaan Pelanggan". Ini yang kemudian saya anggap celah terhadap oknum petugas yang sudah sangat fasih mencuri KWH meter rumah kosong.

Saya punya analisis bagaimana si pencuri KWH tersebut diuntungkan oleh system PLN yang masih banyak celah.
  1. Rumah baru / kios membutuhkan listrik.
  2. Pemilik mengajukan permohonan pasang baru kepada PLN.
  3. Permohonan pasang baru diterima PLN dan segera diproses, lama waktu penyambungan tergantung dari ketersediaan material KWH meter.
  4. Pemohon kesal, listrik tak kunjung tersambung.
  5. Ada penawaran dari oknum petugas, "Saya bantu cepat bisa Pak, tapi pakai KWH sementara (colongan barangkali), biaya sama kok Pak dengan pasang baru resmi (bahkan bisa dinego)."
  6. Satu sampai tiga hari diusahakan listrik on oleh oknum tersebut (dalam rentang waktu ini barangkali si oknum menjalankan modusnya mencari rumah-rumah kosong dan mencuri KWH meter rumah tersebut)
  7. Janji ditepati, listrik on kurang dari 1 minggu. Pemohon datang ke kantor PLN dan membatalkan permohonan pasang baru dan meminta restitusi. 

Kesimpulannya, saya sangat mengiyakan jika selama ini PLN selalu mengeluh rugi dan rugi, karena jelas sekali, yang seharusnya uang BP resmi masuk PLN, tapi ini masuk ke kantong oknum petugas.
Bagaimana pihak kepolisian menindak kasus seperti ini?

Comments

  1. Saya beli rmh over kredit(kondisi rmh tdk ditempati oleh pemilik lama).meteran pln nya pernah hilang maka nya dipasang jeruji pd meterannya.selama 4tahun tdk ad ap2.tp pd tahun ini sdh 2x diblokir pln krn menurut pln sy melanggar PII (kt nya listrik sy di loss) & hrs membayar denda kurang lebih 10jt.pdhl selama ini tidak pernah ad dari pln mengecek atw mengirim surat peringatan kpd saya.
    Saya tanya ke petugas pln apakah bisa diblokir utk ID yg lama,ternyata tidak bisa krn pln blm mempunyai sistem pemblokiran atas permintaan pelanggan.
    Dan yg anehnya petugasnya blg mgkn dulu pd saat awal kejadian meteran hilang tdk melapor(lah koq bisa dpt meteran baru??pasti bertanya donk pihak pln knp qt minta meteran baru).
    Yg saya bingung apakah id di meteran yg baru sama dgn di meteran lama?
    Stlh sy jelaskan bhw dulu pernah hilang...akhirnya blokirnya dibuka & siap2 3bln kedepan diblokir kembali krn sy blm membayar denda yg 10jt (sy tdk tahu asalnya).
    Mnrt saya simple penyeleseainya klo pihak pln kooperatif.kan ad laporan dari pelanggan,suruh petugas cek ke lapangan & klo tdk terbukti ganti id atw nomer rangka mesin meteran,putus nomer lama.klo memang by sistem tdk bisa memblokir pakai cara manual.
    Apakah bapak mengalami pemblokiran jg stlh bbrp tahun berjalan sejak kejadian hilang?
    (Bunda insan)

    ReplyDelete
  2. boro2 diblokir bu..
    saya ini udah ngomel2 sama petugas loket bahkan ngotot pengen ketemu langsung sama Manager UPJ, dan kesampaian bertemu.
    Persis seperti yang ibu sampaikan, di system PLN memang tidak ada request blokir dari pelanggan, pemblokiran hanya sepihak dari PLN salah satunya akibat nunggak.

    memang kacau PLN ini, saran saya jika ibu diancam lagi oleh petugas untuk di blokir, baiknya ibu cari LBH di pengadilan negeri setempat, ceritakan kronologisnya, ibu minta bantuan hukum untuk SOMASI PLN daerah ibu. Karena memang benar, dipikir2 kita ini dibikin susah oleh PLN.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Pengalaman Cabut Berkas / Mutasi dari DKI ke Daerah

Sebelumnya cek ricek BPKB motor, tahun 2003, alamat Jakarta Barat.. ga pake lama langsung browsing / googling, cari alamat samsat Jakarta Barat, yang didapat samsat di jalan gunung sahari..

Berangkat jam 7 dari tambun selatan, hari pertama puasa dengan cuaca yang ademmm... nyusur kalimalang, bypass, kemayoran dan sampe gunung sahari, sampe sana gw tanya-tanya cabut berkas, ada yang bilang lantai 2..

Sampai lantai 2, petugas cek BPKB, keperluan apa? gw jawab mau cabut berkas, katanya disitu ga bsia, kalau bayar pajak dilayani, tapi kalau cabut berkas harus ke Buku Induk (tempat dibuatnya BPKB).. memang awalnya gw rada2 ragu, setau gw daerah gunung sahari itu masuknya Jakarta Utara deh.. tapi ya sudahlah...

Melaju lewat Martadinata, jembatan tiga, jembatan dua, jelambar, truss ke daan mogot... ketemulah Samsat Jakarta Barat...


Masuk gedung, tanya-tanya cabut berkas dimana, masuklah ke lantai 2, sampai loket ditanya keperluan apa, mutasi ke kabupaten bekasi.. udah cek fisik? oh belum.. …