Skip to main content

CBR 150R 2016 (Facelift) Service KM 40.000

Semenjak Honda mengeluarkan andalannya CBR 150R Facelift (K45G), motor ini bak primadona jalanan, tidak sedikit yang meminang motor ini, termasuk saya, saya pilih yang repsol atau racing edition, supaya beda dari yang lain gitu lho..

Gak kerasa motor langsiran september 2016 sudah 2 tahun usianya dan seminggu yang lalu KM sudah di angka 40.000, segera saya bawa ke BeRes terdekat untuk melakukan service rutin.

Setelah inspeksi mesin keseluruhan, beberapa part penting harus diganti, dan saya rasa untuk ukuran motor yang usianya baru 2 taun dengan KM 40.000 (maklum jalan jauh terus), part yang diganti lumayan menguras kantong.

Blok Mesin tengah + Piston set
Waduh? kok parah? yap.. ternyata dinding piston bawaan sudah baret di sebelah bawah alias posisi klep out, saya ingat barangkali ini gara-garanya tempo hari pernah telat ganti oli + pemakaian knalpot racing dan masih suka main di monasco, bengkel memberikan 2 opsi sebenarnya, apakah tetap menggunakan boring lama tapi kondisinya piston oversize atau ganti boring tapi piston tetap standar? dan saya lebih memilih kondisi standar untuk menjaga keawetan mesin dan part-part pendukung lainnya

Keteng / Rantai Kamprat beserta Tensioner
Ini kedua kalinya ganti tensioner setelah KM 10.000 yang mana rumor dari CBR tipe ini ada penyakit bawaan mesin klotok-klotok, saat itu masih dalam status Garansi dan tidak dikenakan biaya untuk pergantiannya.

Mangkok Kopling + Tonjokan Kaki Empat + Kampas Kopling Set
Yup, setelah di inspeksi, ternyata mangkok kopling sudah aus sepersekian mili, kalaupun dipaksakan hanya mengganti kampas kopling, diprediksi dalam waktu dekat akan ganti juga mangkok koplingnya karena aus akan semakin bertambah. Pikiran saya, daripada harus bongkar pasang blok kopling, lebih baik sekalian saja. Teknisi sempat menyarankan menggunakan kampas kopling racing seperti daytona, tapi saya menolak, karena penggunaan part racing pada motor standar perubahannya tidak terlalu signifikan dan tentunya tidak awet juga. Cerita menarik untuk part ini, karena bengkel-bengkel belum menyediakan dengan alasan untuk usia motor 2 tahun, kerusakan di sisi ini jarang sekali terjadi, bahkan saya cari ke AHM-01 Dewi Sartika sendiri pun tidak stock. Akhirnya saya dapati dari Online, posisi bengkelnya di Jakakarsa dekat Depok.

Gir + Rantai Set
Untuk gir dan rantai set termasuk awet karena saya baru ganti gir set + rantai di usia 40.000 KM. Pilihan saya jatuh pada merek D.I.D Black, tidak ada lagi suara kretek-kretek karena gesekan rantai dan gir.

Ban Belakang
Ban belakang saya agak gundul, saya pakai merek Corsa Platinum 150/60, sementara depan 110/80 masih bagus kembangannya dan belum terlalu tipis.

Rincian biaya yang dikeluarkan:
-
Blok Mesin (12100-K56-N00): Rp. 328,000
- Paking bawah (12191-K56-N01) : Rp. 25,000
- Paking atas (12251-K56-N02) : Rp. 25.000
- Piston os.0 (13101-K56-N00) : Rp. 245,000
- Ring set os.0 (13011-K56-N00) : -
- Tensioner Keteng (14520-KPP-T01) : Rp. 343,000
- Keteng (144-K56-N01) : Rp. 168,000
- Kampas Kopling (22201-K56-N01) : Rp. 575,000
- Mangkok Kopling (22121-K56-N01): Rp. 68,000
- Tonjokan Kaki Empat Kopling (22350-K56-N01): 75,000
- Ban belakang : Rp. 709,000
- Karet damper velg belakang (41241-KSP-900) : Rp. 27,000
- Air radiator std : Rp. 25,000
- Oli Liqui Moly : Rp. 143,000

Total biaya spare part: Rp. 2,756,000 belum termasuk ongkos bengkel.

Mahal ya? tapi bagi saya pribadi worthed karena kondisi motor kembali fresh seperti baru keluar dari dealer, dengan pergantian blok + piston baru konsumsi BBM kembali irit, karena sebelumnya konsumsi BBM agak boros, dari speedometer digital, dengan kondisi stagnan di angka 60kpj, konsumsi bensin 38km/l yang mana sebelumnya bisa tembus di 45km/l. Tarikan pun tentunya lebih greget lagi karena pergantian mangkok kopling set beserta kampasnya.

Pergantian part ini tidaklah wajib sob, pergantian part ini disesuaikan dengan kondisi motor masing-masing, untuk ukuran tahun 2016 di angka 40.000 KM sangatlah terbilang jam terbang tinggi... yap maklum lah saya suka jalan jauh (semi touring)

Oiya kok warna velg nya belang-belang merah-biru? yap.. velg sudah saya cat custom, biayanya 400rb per velg.. ;)

Comments

Popular Posts

Pengalaman Cabut Berkas / Mutasi dari DKI ke Daerah

Sebelumnya cek ricek BPKB motor, tahun 2003, alamat Jakarta Barat.. ga pake lama langsung browsing / googling, cari alamat samsat Jakarta Barat, yang didapat samsat di jalan gunung sahari..

Berangkat jam 7 dari tambun selatan, hari pertama puasa dengan cuaca yang ademmm... nyusur kalimalang, bypass, kemayoran dan sampe gunung sahari, sampe sana gw tanya-tanya cabut berkas, ada yang bilang lantai 2..

Sampai lantai 2, petugas cek BPKB, keperluan apa? gw jawab mau cabut berkas, katanya disitu ga bsia, kalau bayar pajak dilayani, tapi kalau cabut berkas harus ke Buku Induk (tempat dibuatnya BPKB).. memang awalnya gw rada2 ragu, setau gw daerah gunung sahari itu masuknya Jakarta Utara deh.. tapi ya sudahlah...

Melaju lewat Martadinata, jembatan tiga, jembatan dua, jelambar, truss ke daan mogot... ketemulah Samsat Jakarta Barat...


Masuk gedung, tanya-tanya cabut berkas dimana, masuklah ke lantai 2, sampai loket ditanya keperluan apa, mutasi ke kabupaten bekasi.. udah cek fisik? oh belum.. …