Skip to main content

KPR Rumah? Siapa Takut!

Tulisan ini cocok untuk yang belum pernah memiliki rumah, belum pernah ajukan KPR ke bank, simak tips-tips kredit rumah agar anda tidak terjebak kiri-kanan
  1. Kumpulkan beberapa brosur, informasi mengenai perumahan yang akan anda beli
  2. Buat tabel sendiri di excel, komparasi semua brosur-brosur yang sudah anda kumpulkan
  3. Biasakan selalu tanya lingkungan sekitar perumahan tersebut, kondisi lingkungan, pelayanan after sales dari developer perumahan itu sendiri, kondisi air, kalau musim hujan banjir atau tidak (carilah rumah ketika musim penghujan), pengelolaan sampah, akses jalan ke kampung ada atau tidak, akses ke RS dsb
  4. Jika semua data sudah dirasa cukup, barulah kita mulai melihat harga atau uang yang akan dikeluarkan untuk membeli rumah tersebut. Tidak sedikit adu strategi marketing antar developer rumah untuk menarik para pembeli dengan iming-iming yang menggiurkan, seperti halnya DP rumah Murah, Akses cepat dsb.

Baca juga: Bongkar Trik Strategi Marketing Iklan Perumahan

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengajukan KPR via Bank adalah track record anda 5 tahun terakhir atau bisa dibilang rekam jejak BI mengenai hutang/kredit ke bank seperti apa. Jika dalam 5 tahun terakhir anda memiliki rekam jejak kredit yang buruk, jangan harap anda bisa diterima pengajuan KPR tersebut, jangankan rekam jejak yang buruk, hal kecil pun seperti anda sebelumnya pernah kredit kendaraan tapi pernah nunggak 1 bulan pun itu sudah jadi catatan buruk di BI (Bank Indonesia). Artinya anda pernah mangkir cicilan. Itu bahaya.

Jika BI Checking (cek rekam jejak kredit) anda bersih, tapi gimana nih saya masih punya tunggakan kredit kendaraan motor misalnya, tidak masalah bagi Bank asalkan cicilan kendaraan motor anda selalu dibayarkan tepat waktu dan tidak pernah menunggak 1x pun.

Setelah proses BI checking, yang anda perlukan adalah Berkas dan BIAYA. Kenapa tulisan BIAYA saya berikan huruf tebal, karena biarpun anda lulus BI Checking, Berkas lengkap, kalau gak ada BIAYA ya buat apa? lol

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

  • Usia minimal 21 tahun + maksimal 50 tahun,KTP
  • Status Karyawan Tetap
  • Kartu Keluarga
  • Surat Nikah Suami Istri (bagi yang sudah menikah)
  • Surat jaminan tanggungan kredit (bagi yang masih jomblo)
  • NPWP Pribadi

Bedakan Booking Fee + DP dan Total DP!

Tidak sedikit yang terkecoh dengan ketiga istilah diatas, kawan saya dengan bangganya bilang bahwa dia sudah bayar 1jt dan bisa langsung akad kredit!, tidak salah memang, tapi yang perlu dipahami, 1jt tersebut hanyalah biaya booking fee, ketika anda diundang pertama kali oleh pihak developer, disitulah anda akan dijelaskan bahwa bisa langsung akad kredit, tapi syarat akad kredit, bapak harus siapkan biaya anu anu anu anu, lantas gimana dong kalau tidak ada uang? saya bisa cancel? silahkan anda tanya salesnya.. yang sudah-sudah ya HANGUS!

Carilah informasi sebanyak-banyaknya di internet, tanya ke sanak saudara / kerabat yang sudah pernah KPR, jangan malu bertanya, dan biasakan banyak membaca.

Persiapkan uang tambahan diluar uang TDP...

Ketika semua kelengkapan persyaratan KPR sudah lengkap, sudah juga wawancara, namun kemudian si sales telepon kita bahwa TDP kurang.

Contoh Kasus:
Bapak A mengajukan KPR Bersubsidi dengan harga rumah Rp. 125.000.000

Kemudian sales menelepon Bapak A: Maaf pak, dari hasil analisis bank, hasil wawancara, KPR bapak hanya disetujui 65jt.. artinya masih ada kekurangan sebesar Rp. 22.500.000 jika DP sebesar 30% dari total harga rumah.

Berarti yang harus dikeluarkan Bapak A adalah: Rp. 37,500,000 (DP) + Rp. 22,500,000 + Biaya embel2 lainnya seperti biaya admin, provisi dll dll seperti yang sudah dibahas di tulisan sebelumnya. Ini sering terjadi pada proses pengajuan KPR bersubsidi, karena KPR bersubsidi memang diperuntukan untuk kalangan menengah kebawah, artinya dari prasyarat gaji pun ada batasan nilai, tidak boleh lebih dari 3,500,000 THP per bulannya. Kadang saya juga bingung definisi KPR "Bersubsidi" itu apa, kalau toh ternyata TDPnya aduhai ...

Comments

Popular Posts

Pengalaman Cabut Berkas / Mutasi dari DKI ke Daerah

Sebelumnya cek ricek BPKB motor, tahun 2003, alamat Jakarta Barat.. ga pake lama langsung browsing / googling, cari alamat samsat Jakarta Barat, yang didapat samsat di jalan gunung sahari..

Berangkat jam 7 dari tambun selatan, hari pertama puasa dengan cuaca yang ademmm... nyusur kalimalang, bypass, kemayoran dan sampe gunung sahari, sampe sana gw tanya-tanya cabut berkas, ada yang bilang lantai 2..

Sampai lantai 2, petugas cek BPKB, keperluan apa? gw jawab mau cabut berkas, katanya disitu ga bsia, kalau bayar pajak dilayani, tapi kalau cabut berkas harus ke Buku Induk (tempat dibuatnya BPKB).. memang awalnya gw rada2 ragu, setau gw daerah gunung sahari itu masuknya Jakarta Utara deh.. tapi ya sudahlah...

Melaju lewat Martadinata, jembatan tiga, jembatan dua, jelambar, truss ke daan mogot... ketemulah Samsat Jakarta Barat...


Masuk gedung, tanya-tanya cabut berkas dimana, masuklah ke lantai 2, sampai loket ditanya keperluan apa, mutasi ke kabupaten bekasi.. udah cek fisik? oh belum.. …