Skip to main content

Perumahan tipe Cluster pahami kekurangan dan kelebihannya.

Belakangan ini, banyak developer perumahan menawarkan fasilitas cluster dan semi cluster, apa sih bedanya? apa sih keuntungan dan kerugiannya? mari kita bedah satu persatu.

Baca juga: KPR Rumah? Siapa takut!

Tipe cluster sudah banyak diaplikasikan pada perumahan-perumahan kelas menengah ke atas, era dimana istilah Real Estate bergaung di negara ini pada awal '90an.

Awalnya ide cluster ini tercipta hanya untuk mengelompokan jenis dan tipe rumah, sebagai contoh cluster A adalah tipe rumah 120/200, cluster B tipe rumah 90/72 dst.

ilustrasi: akses masuk perumahan cluster (img: google)
Meminimalisir tingkat kejahatan
Tipe cluster lebih banyak diminati karena aspek keamananya, yang mana tipe cluster ini hanya memberikan 1 akses keluar masuk saja dan tentunya di gerbang keluar masuk tersebut ada security yang setiap saat akan manifest setiap kendaraan yang keluar masuk ke cluster tersebut. Tentunya tidak bisa sembarangan untuk akses masuk ke cluster ini.

Ramah Anak
Penculikan anak, pembobolan rumah kosong jarang terjadi di perumahan tipe cluster. Seperti yang pernah dibahas diatas, tidak bisa sembarangan orang bisa akses masuk ke dalam perumahan tersebut, bahkan ada beberapa perumahan kelas menengah keatas, tamu / saudara sekalipun akan ditanya terlebih dahulu keperluannya dan si penerima tamu mendapatkan konfirmasi dari security di gerbang masuk apakah kita benar akan menerima tamu atau tidak.

Melepas anak bermain di dalam komplek pun tidak akan masalah, kekhawatiran orang tua pun akan hlang karena fasilitas keamanan yang diberikan, tentunya didalam sebuah cluster pasti ada taman bermain, taman jogging dan fasilitas lainnya.

Sosialisasi Warga
Biasanya tingkat sosialisasi warga di perumahan tipe cluster lebih individualis dikarenakan pemilik rumah ini cenderung tipikal keluarga pekerja keras, suami istri biasanya sama-sama bekerja dan yang ada dirumah biasanya hanyalah pengasuh anak atau asisten keluarga saja. Sehingga waktu luang untuk bersosialisasi agak kurang karena padatnya rutinitas sehari-hari sang pemilik rumah.

Kekurangan tipe cluster
Pastinya harga unit akan lebih mahal karena adanya fasilitas keamanan yang maksimal. Anda juga tidak akan menemukan pedagang kaki lima berkeliaran di komplek anda, tukang ngamen dsb, tentunya bagi yang suka jajan bakso misalnya, anda harus keluar dari komplek untuk dapat menikmatinya.

Baca juga: Bongkar trik marketing iklan perumahan
memanfaatkan teras menjadi kios (img: google)

Ada beberapa developer yang melarang rumah tinggal tersebut diperuntukan untuk berdagang, misalnya membuat sebuah warung klontong keperluan sehari-hari. Jangankan menjadikan teras rumah menjadi warung, merubah bentuk muka rumah pun biasanya tidak diperbolehkan.

Hunian tipe non cluster adalah kebalikan dari tipe cluster yang sudah dibahas diatas, tingkat keamanan pun agak longgar dikarenakan pos keamanan biasanya hanya ditempatkan di gerbang utama masuk perumahan saja, sosialisasi warga tidak terlalu individualis, biasanya rempug warga selalu ada dan biasanya untuk menjaga kemanan sekitar dilakukan swadaya seperti giliran ronda dan lain sebagainya.

Pilihan kembali lagi kepada anda, apakah anda tipikal pekerja keras yang membutuhkan keamanan perumahan tinggi, silahkan pilih tipe cluster. Atau anda ingin rumah sekaligus tempat usaha, anda bisa memilih hunian yang non cluster.

Comments

Popular Posts

Pengalaman Cabut Berkas / Mutasi dari DKI ke Daerah

Sebelumnya cek ricek BPKB motor, tahun 2003, alamat Jakarta Barat.. ga pake lama langsung browsing / googling, cari alamat samsat Jakarta Barat, yang didapat samsat di jalan gunung sahari..

Berangkat jam 7 dari tambun selatan, hari pertama puasa dengan cuaca yang ademmm... nyusur kalimalang, bypass, kemayoran dan sampe gunung sahari, sampe sana gw tanya-tanya cabut berkas, ada yang bilang lantai 2..

Sampai lantai 2, petugas cek BPKB, keperluan apa? gw jawab mau cabut berkas, katanya disitu ga bsia, kalau bayar pajak dilayani, tapi kalau cabut berkas harus ke Buku Induk (tempat dibuatnya BPKB).. memang awalnya gw rada2 ragu, setau gw daerah gunung sahari itu masuknya Jakarta Utara deh.. tapi ya sudahlah...

Melaju lewat Martadinata, jembatan tiga, jembatan dua, jelambar, truss ke daan mogot... ketemulah Samsat Jakarta Barat...


Masuk gedung, tanya-tanya cabut berkas dimana, masuklah ke lantai 2, sampai loket ditanya keperluan apa, mutasi ke kabupaten bekasi.. udah cek fisik? oh belum.. …